Kronologis singkat pasukan operasi gabungan Taman Nasional Gunung Rinjani mengusir petani Jurang Koak

Lombok Timur, (16 sept 2017), sekitar pukul 09:00Wita. Sekitar 500 personil Gabungan TNGR yang terdiri dari anggota TNI dan Polri datang kelokasi ranah garapan petani Jurang Koak.

Di Pintu masuk menuju lahan, sudah menunggu mayoritas petani yang mayoritas perempuan dengan membawa serta anak dan balitanya.

Setelah tiba, lima menit kemudian pasukan gabungan tersebut mendorong pasukannya maju dan mengepung dari dua sisi petani yang berusaha mempertahankan lahannya.

Pihak pasukan gabungan memerintahkan petani untuk segera meninggalkan lahan dan mengancam akan mengusir jika petani tidak menurut. Tidak lama berselang pasukan gabungan mengusir dengan cara mendorong para petani yang berkumpul tersebut untuk segera meninggalkan lahan.

Dalam kejadian tersebut, dilaporkan terjadi pemukulan terhadap para petani. namun sampai saat ini belum ketahui jumlah pasti dari jumlah keseluruhan korban. yang baru diketahui ada 3 orang petani terkena lemparan batu yaitu atas nama Amat, Hery dan pak Wira, 5 orang petani di tangkap 3 teridentifikasi bernama papuq Ibin atau Inaq Iyul,papuq Ririn, adi 2 sisanya belum di ketahui namanya. Petani yang di tangkap ini dan dibawa ke pos jaga TNGR.

Sampai kabar ini di keluarkan, pasukan gabungan masih melakukan pengrusakan lahan pertanian dan saung para petani Jurang Koak, dan tim di lapangan kesulitan dokumentasi karena di kejar-kejar oleh pihak OPGAB

#SaveJurangKoak
#StopLandGrabbing
#StopLandMonopoly
#PerempuanBangkitLawanPenindasan
#LongLivePeopleStruggle

Sumber :

  • OA Line : Bangsa Mahsiswa
  • Ig            : Bangsamahasiswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *