Pembangunan bandara baru atau yang dikenal dengan NYIA (New Yogyakarta International Airport) telah diupayakan oleh pihak angkasa pura I di daerah Kulonprogo. Pembangunan bandara baru dilakukan karena bandara yang ada (Bandara Adisutjipto) memiliki banyak kendala atau keterbatasan, diantaranya :

  1. Runway pesawat terlalu pendek
  2. Sering terjadi delay jam penerbangan
  3. Kapasitas bandara yang terbatas
  4. Keberadaannya yang terlalu dekat Gunung Merapi yang masih aktif
  5. Berada pada daerah padat penduduk
  6. Sering terjadinya kemacetan
  7. Milik TNI AU
  8. Traffic ke Jogja semakin padat

Selain itu,  Humas Kantor Proyek Pembangunan Bandara NYIA menyatakan bahwa bandara yang sudah ada (Bandara Adisutjipto) terlalu kecil (Liputan6.com, 2015). Namun disayangkan pembangunan NYIA dilakukan pada areal lahan yang didalamnya terdapat benyak perumahan.

Menurut Detik News, rencana pembangunan NYIA akan dilakukan di areal lahan yang diatasnya terdapat perumahan warga dengan jumlah 42 rumah. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penolakan pembangunan bandara oleh masyarakat setempat karena mereka merasa pembangunan bandara tersebut dirasa merampas hak-hak warga atas areal wilayah yang mereka miliki. Pada tahun 2014 penolakan pembangunan NYIA telah disuarakan oleh lebihkurang 300 orang. Mengapa tidak, karena pembangunan NYIA akan berdampak terhadap penggusuran rumah-rumah warga setempat.

Akibat sikap pemerintah yang bersikeras merealisasikan pembangunan NYIA dan juga kegigihan masyarakat untuk mempertahankan hak-hak mereka yang pada akhirnya menimbulkan konflik diantara dua belah pihak. Menyikapi hal tersebut para mahasiswa yang berasal dari berbagai aliansi ikut andil dalam aksi penolakan pembangunan NYIA di Kulonprogo karena kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dinilai tidak pro terhadap rakyat, terutama masyarakat Kulonprogo.  Hal tersebut menyebabkan 12 mahasiswa ditahan oleh pihak kepolisian pada saat kegiatan aksi penolakan pembersihan lahan di areal pembangunan NYIA pada tanggal, 5 Desember 2017.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *