Tema   : Menyikapi Lulusan Pertanian Yang Tidak Bekerja Pada Bidang Pertanian

Sarjana pertanian masih sangat sedikit yang bekerja dalam bidang pertanian, seperti yang diunggkapkan oleh Presiden Jokowi yaitu menyindir banyaknya sarjana pertanian yang bekerja di sektor perbankan dalam Sidang Terbuka Dies Natalis IPB ke-54 di Kampus IPB, Bogor, Rabu (6/9/2017). Banyak orang yang berpikir bidang lain selain pertanian lebih menarik baik dari segi gaji, maupun dari segi pandangan atau persepsi masyarakat bahkan (SANG SARJANA PERTANIAN) itu sendiri tentang profesi petani. Juga adanya persaingan antara sektor pertanian dan sektor pembangunan yang mana menghabiskan lahan pertanian dan mengurangi lapangan pekerjaan di bidang pertaniaan. Berbicara dari sudut pandang sebagai anak yang besar di lingkungaan perkebunanpun, banyak orang yang memiliki minat ke bidang pertanian berkurang karena latar belakang keluarga yang bukan petani jadi saat ditanya mau jadi apa secara otomatis dia tidak akan  menjawab menjadi petani. Menurut mereka untuk jadi petani tidak harus kuliah dibidang pertanian dan tidak harus punya sawah untuk jadi petani. Banyak mahasiswa pertanian saat ditanya kenapa masuk pertanian banyak yang menjawab jawaban yang intinya bukan passion mereka di pertanian, misalnya masuk ke pertanian karena tidak diterimma dijurusan lain dan lain sebagainya.

Masalah Kenapa Banyak Sang Sarjana Pertanian tidak bekerja di bidangnya :

  1. Anak jaman sekarang gengsi dengan profesi petani sehingga minat mereka tidak ada dibidang pertanian.
  2. Keraguan dari para sarjana pertanian untuk terjun kebidang pertanian karena pendapatan bekerja di sector pertanian yang tidak tetap.
  3. Sulit nya mendapat permodalan atau pembiayaan di bidang pertanian melalui pinjaman perbankkan, karena sulit untuk memprediksi hasil dari
  4. Kebanyakan mahasiswa tertarik masuk jurusan pertanian karena namanya yang keren seperti Agribisnis dan Agroteknologi, atau akreditasi jurusan yang bagus walaupun jurusan tersebut bukan minat nya maka tidak heran mereka akan melenceng dr bidang pertanian.
  5. Lulusan pertanian yg tidak bekerja pada bidangnya karena ada yg salah pada lulusan itu sendiri, yaitu lulusan pertanian menganggap masa depan dibidang pertanian masih belum jelas berbeda dengan bidang atau sarjana lain.
  6. Aplikasi dan teori yang dibahas di fakultas Pertanian berbeda.
  7. Kesenjangan sosial, dimana profesi petani dinilai sebagai profesi yang rendah

Solusi Untuk Mengembalikan Ranah Kerja (SANG SARJANA PERTANIAN) :

  1. Mahasiswa pertanian seharusnya perlu mengubah mindset masyarakat tentang pertanian itu sendiri. Seperti cobalah mahasiswa pertanian membuat terobosan untuk bidang pertanian diera digital ini agar sektor pertanian maju, seperti memperkenalkan alat alat pertanian terbaru ke anak anak agar mereka punya cita cita meneruskan pertanian.
  2. Merubah pola pikir orang tetang petani itu tidak hanya nyangkul disawah tapi bisa menggeluti atau terjun di kegiatan pertanian lain nya, seperti : dibidang pemasaran nya, pengolahan nya dan lain sebagainya.
  3. Menambahkan program pengabdian masyarakat di bidang pertanian baik dari fakultas, organisasi maupun pemerintah sehingga mahasiswa pertanian mampu meresapi dan menemukan jalan bahwa bidang pertanian adalah prospek kerja yang bagus untuk ditekuni.
  4. Fakultas Pertanian seharusnya membuat wadah tentang informasi lowongan pekerjaan di bidang pertaniaan agar sarjana pertanian dapat tahu mau kerja dimana setelah lulus.
  5. Fakultas seharusnya membuat kurikulum pengkhususan sehingga lulusan pertanian itu dapat menguasai di salah satu bidang pertanian.
  6. Pemerintah seharusnya membuat program program yang pro ke petani sehingga para lulusan pertanian mau dan tertarik untuk bekerja di bidanya.
  7. Sebenarnya terkait sarjana pertanian yang melenceng itu kembali ke dirinya masing-masing tentang kesadaran akan petingnya pertanian.

Jangan Malu Jadi Petani Muda, Nasib Kemakmuran Bangsa Juga Ditentukan Oleh Petani, mari kita kembangkan minat dan bakat untuk membangun pertanian INDONESIA yang makmur dan Berjaya.

sumber : Kajian INCEN BEM FP UMY

2 Replies to “SANG SARJANA PERTANIAN, MAU KERJA APA ?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *