Pers Rilis Aliansi Selamatkan Slamet!

Kami dari pihak aliansi selamatkan slamet mengutuk dan mengecam tindakan brutal dan represif berupa penangkapan, pemukulan, intimidasi dan perusakan barang pihak aparat kepolisian dan Satpol PP terhadap massa aksi selamatkan slamet dan wartawan. Dengan dalih apapun tindakan tersebut tidak dibenarkan.

Dalam menjalankan tugas pemeliharaan dan ketertiban masyarakat aparat harus berlandaskan aturan yang berlaku, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Kepolisian republik indonesia mempunyai Peraturan Kapolri No. 08/2009 tentang Pedoman Implementasi Hak Asasi Manusia. Semestinya jika aparat berpedoman pada peraturan tersebut, maka tindakan-tindakan represif yang terjadi pada masa aksi tidak terjadi.

Selain itu, ada beberapa perekam tindakan represif tersebut yang di intervensi dengan diperintahkan untuk menghapus dokumen rekaman video bahkan ada beberapa ponsel yang disita oleh aparat keamanan. Tindakan represif tersebut terjadi ketika diadakannya pentas budaya oleh massa aksi pada pukul 22:00. Padahal seharusnya pentas budaya tidak pantas untuk dibubarkan .

Berdasarkan data yang dihimpun oleh aliansi selamatkan slamet, Berikut nama-nama (seluruhnya 27 orang, baru terdata identitasnya 15 orang) kawan-kawan kami yang ditangkap dan dipukuli oleh pihak keamanan ialah:

Yang ditangkap dan di pukuli
Riyan (Presiden BEM UNSOED)
Andes
Sasongko
Biko
Panji
Chen (Koordinator AGRA)
Oji
Ano
Azka
Alip
Uta
wahyu
Cipto
Ikra (Pers Mahasiswa FH Unsoed)
Fatur (Presiden BEM FH Unsoed)

 

Yang dipukuli
wahyu
ciblek
heru
cebol
Tigis
Jumbo
Burek
Yono
Yoko
Elur
Aji
Harist
Teguh
Nur B
Maman
Ajes
Yayan
Azmi
Afan
Sujada
Alif
Hendro
Ary
Setyo
Syakib
Tegar
Anjas
reza
Barang-barang yang dirusak dan diambil oleh apparat:
HP 2 (satu)
Motor 2 (satu)
Mobil komando pecah kaca
Tenda dihancurkan
Mega phone 1 (satu)
Kaca mata

Dalam aksi penolakan PLTP Baturraden, Aliansi menggunakan cara-cara yang damai. Namun aparat keamanan bertindak represif terhadap aksi tersebut tanpa mengedepankan cara-cara yang logis dan berlandaskan hak asasi manusia. Sehingga seharusnya kejadian seperti itu tidak terjadi.

 

Purwokerto, 09 Oktober 2017

Aliansi Selamatkan Slamet

Narahubung: 082232615320 (bangkit)

Sumber: OA LINE Bangsa Mahasiswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *